BAB I
PENDAHULUAN
PENGERTIAN ILMU FALAK DAN HISAB
Ilmu falak ialah ilmu pengetahuan yang membahas tentang peredaran (orbit) benda benda langit
Ilmu hisab adalah suatu ilmu yang membahas tentang seluk beluk perhitungan.
OBJEK DAN TUJUAN
Objek ilmu falak adalah benda-benda langit terutama matahari, bumi dan bulan serta peredaran benda-benda langit lainnya.
Tujuan mempelajari ilmu falak adalah untuk dapat mengetahui peredaran benda-benda langityang sebenarnya, untuk dijadikan dasar dan pedoman bagi umat islam dalam melakukan ibadah.
BEBERAPA ISTILAH ILMU FALAK DAN HISAB
1. Pada Bola Bumi
a. Equator
Lingkaran yang mermbagi dua sama besar bola bumi menjadi bagian selatan dan bagian utara
b. Lingkaran lintang / garis lintang
Lingkaran-lingkaran yang sejajar dengan equator
c. Lintang tempat
Jarak antara sesuatu tempat ke equator. bagi tempat-tempat disebelah utara equator lintang tempat dihitung positif,sedangkan di sebelah selatan equator dihitung negative.
d. Lingkaran bujur/garis bujur
Lingkaran-lingkaran besar yang melalui titik-titik kutup dan memotong equator tegak lurus.
e. Bujur tempat
Jarak suatu tempat ke lingkaran bujur yang melalui kota Greenwich.
2. Pada Bola Langit
a. Zenith
Titik puncak pada bola langit, yang persis berada pada kepada kita.
b. Nadir
Titik terendah dari bola langit, yang persis berada di bawah kaki kita
c. Lingkaran ufuq
Lingkaran yang persis membagi dua bagian sama besar bola langit yang merupakan batas pandangan sipengamat.
d. Lingkaran vertical
Lingkaran-lingkaran yang melalui titik zenith dan nadir dan horizon lurus lingkaran ufuq
e. Ketingian
Jarak suatu benda langit dengan lingkaran ufuq, dihitung sepanjang lingkaran vertical.
f. Azimuth
Jarak dari titik utara ke lingkaran vertical yang melalui suatu benda langit diukur sepanjang ufuq, dengan arah sesuai jarum jam.
g. Kutup langit selatan dan kutup langit utara
Titik pada bola langit yang merupakan proyeksi dari kutub selatan dan titik kutb utara bumi.
i. Deklinasi
Jarak suatu benda langit dengan equatorlangit..
j. Sudut waktu
Jarak antara suatu benda langit dengan titik kulminasinya.
k. Lingkaran ekliptika
Lingkaran tempat peredaran (semu) tahunan matahari.
l. Lingkaran edar bulan
Lingkaran yang dipakai bulan dalam mengelilingi bumi
m. Titik simpul
Titik perpotongan antara lingkaran ekliptika dengan lingkaran edar bulan.
n. Titik aries
Titik perpotongan antara lingkaran ekliptika dengan equator langit pada saat musim semi, tanggal 23 maret.
o. Taqwim matahari / bulan
Jarak antara titik aries dengan matahari/bulan diukur sepanjang lingkaran equator.
q. Ijtima’ dan istiqbal
- Ijtima’ ialah apabila matahari dan bulan berada pada bujur astronomi (dawairul buruf) yang sama dan juga disebut “ijtima’an nayyirain” atau “konjungsi”.
- Istiqbal ialah apabila matahari dan bulan selisih bujur astronominya 180o bulan istiqbal dengan matahari pada waktuibulan purnama. dan juga disebut “almuqobalah” atau “opposition”
BAB II
BOLA LANGIT DAN PEREDARAN BENDA-BENDA LANGIT
Bola Langit
Sebetutnya bola langit itu sama sekali tidak ada,hanyalah karena ruanganlangit itu sangat terlalu luas, maka para sarjana astronomi menganggap bahwa bola langit itu ada yang tujuannya hanya untuk memuahkan hal-hal yang berhubungan dengan benda-benda langit.
1. Gerak harian
Setiap hari kita lihat matahari terbit di ufuk sebelah timur dan terbenam di ufuk sebelah barat.titik tertinggi yang ditempuh matahari disebut “titik rembang”atau “titik kulminasi”
Lingkaran pada bola langit, yang merupakan batas diantara belahan langit yang tampak dan belehan langit yang tidak tampak oleh kita, dinamakan “linkaran horizon” jalan yang ditempuh oleh matahari dalam perjalanan hariannya, berbentuk lingkaran pula.
2. Lingkaran vertical
Umpama kita berdiri diatas permukaan bumi kemudian kita mendirikan sebuah garis tegak lurus, missalnya dengan sebuah unting-unting. dalam khayalan kita, garis itu kita perpanjang arah kebawah; ia akan melalui pertengahan bumi , dan ahirnya mencapai bola langit padasuatu titik yang kita namakan “titik nadir” jika diperpanjang arah keatas,garis itu akan mencapai bola langit pada suatu titik yang kita namakan “guris vertical.”
Garis yang menghubungkan titik zenith dan titik nadir serta melalui tempat kita berdri,dinamakan “garis vertical”.
Garis vertical adalah garis tegak lurus pada bidang horizon; akibatnya setiap titik pada lingkaran horizon jaraknya 90o dari titik zenith.
3. Medium
Lingkaran median adalah lingkaran vertikal yang melalui kutup langit.bila tempat peninjau terletak dibagian belahan bumi disebelah utara, maka kutup utaralangit berada diatas ufuq horizon, dan kutub selatan berada dibawah ufuq/horizon.berlaku sebaliknya.
Jika matahari sedang berkulminasi, maka kedudukan titik pusatnya adalah tepat dimeridian , tinggi matahari pada saat itu(diukur melalui median) dinamakan tinggi kulminasi, ditandai dengan hm jarak zenith pusat matahari waktu berkulminasi ditandai dengan zm
4. Tinggi kutub
Yang dinamakan tinggi kutub adalah jarak dari kutub kehorizon. diukur melalui ling karan meridian atau besar meridian langit antara horizon dan kutub,busurini berada diatas horizon.apabila peninjau tempatdi equator/diulistiwa, tentu saja lintang tersebut =0o artinya kutup utara dan kutub selatan baginya trletak pada ufuq, jadi tidak nampak dan tinggi kutup pun =0o
Kutub utara ditandai oleh sebuah bintag , yang dinamakan kutub, sedangkan bagi kutub selatan kebetulan tidak ada bintang yang menandai.jarak suatu tempat dari khatulistiwa bumi tempat ditandai dengan huruf yunani Ø (dibaca phi = fi) atau ditulis dengan huruf p kecil, oleh karna itu dapat dirumuskan bahwa:TINGI KUTUB = LINTANG tempat.
5. Horizon
Lingkarn bola langit yangmenjadibatas antra belahan langit yang nampak dengan yang tidak nampak dinamakan “lingkarnhorizon “atau lingkaran ufuq ,dan kadang-kadang disebut pula dengncakrawala.
Horizon itu sendri terbagi menjadi tiga macam yaitu;
a. Horizon kodrat(kaki langit)
Ialah lingkaran yang menjadi batas pemandangan kita yang seolah-olah merupakan batas pertemuan antara langit dan bumi, makin tinggi tempat peninjauan makin pula horizon kodrat.
b. Horizon semu
Ialah bidang datar yang melalui titik tempat peninjau dan tegak lurus dengan garis vertical
c. Horizon sejati
Ialah bidang yang melalui pusat bola bumi dan bola langit serta tegak lurus terhadap garis vertical
6. Tempuhan harian
Perjalanan harian matahari terbit sari timur san terbenam dibarat, ini bukanlah gerak hakiki, tapi disebabkan oleh perputaran bumi sekeliling porosnya. matahari tetep berada di tempatnya, gerak setiap titik diatas bumi berlaku dalam satu bidang yang tegak lurus pada poros bumi.
Tempuhan harian matahari dan semua benda langit senantiasa berbentuk lingkaran-lingkaran yang sejajar dengan equator langit itu
7. Sudut waktu
Sudut waktu adalah setiap lingkaran waktu yang membuat sudut dengan lingkaran merindian. semua benda langit yang terletak pada lingkaran waktu yang sama, berlaku hokum bahwa jarak waktu yang memisahkan mereka dari kedudukan mereka sewaktu berkulminasi adalah sama
Sudut waktu berharga positip(+) jika benda langit bersangkutan berkedudukan di belahan lanit sebelh barat berlaku sebaliknya.jika benda langit sedang berkulminasi sudut waktu = 0o. seterusnya besar sudut waktu diukur dengan derajat sudut dari 0o sampai 180o. sudut waku selalu berubah sebanyak ± 15o setiap jam.disebabkan karena gerak harian benda-benda langit yang diakibatkan oleh perputaran bumi pada porosnya, yang berlaku satu kali dalam 24 jam
8. Deklinasi matahari
Deklinasi matahari merupakan data yang cukup penting selain lintang dan bujur tempat-deklinasi matahari adalah jarak posisi matahari dengan equator langit diukur sepanjang lingkaran deklinasi atau lingkaran waktu deklinasi biasanya diberi tada huruf yunani (delta)atau kadang kadang ditulis dengan huruf d kecil.
Deklinasi sebelah utaraa equator diberi tanda positif (+) berlaku sebaliknya.nilai deklinasi dari hai ke hari dalam satu tahun selalu berubah tapi dalam satu tahun sama
9. Azimuth
Azimuth sebuah benda langit ialah jirak dari titik utara ki lingkaran vertikal yang melalui benda langit tersebut, diukur sepanjang lingkaran horizon menurut arah perputaran jarum jam, jadi melalui titik timur, titik selatan,dan titik barat.
Azimuth selalu berubah-ubah oleh karena deklinasi matahari setiap hari berubah pula.dengan demikian berarti, bahwa jika deklinasi matahari berarah utara maka ia terbit dan terbenam senan tiasa sebulah utara lingkaran vertical utama berlaku sebaliknya.
10. Tinggi kulminasi
Apabila mataharisedang berkulminasi, maka kedudukan matahari berada dititik tertingi dalam suatu hari. deklinasi matahari dapat dilambangkan dengan d kecil dan Ø lintang tempat dapat dilambangkan dengan p kecil.
Dengan kata-kata: jarak zenith titik pusat matahari pada saat matahari berkulminasi besarnya sama dengan harga mutlak p-d yang dimksut harga mutlak adalah harga p-d dengan tidak mengindahkan tanda positip dan tanda negatip pada hasilnya
11. Busur siang dan malam
Perubahan deklinasi matahari mengakibatkan pula perubahan dalam perbandingan busur siang dan busur malam sehinga panjang siang tidak sama dalam satu tahun .akan tetapi bagi tempat-tempat yang terletak pada tepat garis khatulistiwa panjang siang dan malam selalu sama. rumus
12. Bayang-bayang
Pada waktu matahari memancarkan sinarnya semua benda yang menonjol diatas permukaan bumi dan kena sinar matahar, sehinggaakan membuat baying. baying-bayang itu akan menjadi amat panjang, makin tinggi kedudukan matahari di langit makin pendeklah baying-bayang itu.
Apabila matahari berkedudukan di zenith, benda-benda yang terpancar tegak lurus pada permukaan bumi dan mepunyai penampung yang rata atu penampang yang paling besar dibawahnya,tidak akan herbayang baying
Secara umum dapat dikatakan ; azimuth matahari senan tiasa berbeda 180odengan azimuth arah baying-bayang. tinggi dan arah azimuth baying-bayang merupakan petunjuk yang sangat berharga tentang kedudukan matahari, dengan perantaranya kita dapat menentukan waktu dan menuntukan kedudukan kita di bumi.
Peredaran benda-benda langit
1. Peredaran hakiki benda-benda langit
Peredaran sebenarnya bejda-benda langit di ketahui seseorang setelah Nicholas Copernicus (1473-1543) mengumandangkan system peredaran bena-benda langit yang disebut “holiosentris” yang artinya matahari adalah sebagai pusat dari peredaran planet-planet. adapun gerakan-gerakan matahari,bumi dan bulan dapat diterangkan sebagai berikut:
a. Gerakan matahari
Matahari berputar pada porosnya dengan arah ricktrograad (mukhalif), yaitu gerakan yang apabila dilihat dari arah utara, matahari berputar pada porosnya dari barat ke timur.oleh karena gerakan matahari ini berlawanan dengan arah jarum jam ,maka terkenal dengan istilah “gerakan anti jarum jam”.sedangkan planet merkurius ,venus, bumi dan yang lain disamping berputar pada porosnya, juga beredar mengelilingi mataharidari nbarat ke timur (gerakan anti jarum jam)
b. Gerakan bumi
Ada dua gerakan bumi yang harus diketahui, yaitu rotasi dan revolusi.rotasi bumi adalah peredaran bumi pada porosnya dari arah barat ke timur. satu kali putaran selama 24 jam. akibat dari rotasi bumi terjadinya siang dan malam dasamping itu mengakibatkan tempat-tempat disebelah timurakan mengalami wwaktu yang lebih dulu dari tempat-tempat sebelah baratnya.perbedaan waktunya adalah 1 jam untuk setiap peredaran 15o bujur, atau 4 menit untuk setiap 1o bujur
2. Peredaran benda-bend langit
Yang dimaksud dengan “peredaran semu” ialah peredaran yang dikaitkan dengan pemandangan mata seseorang, ykni kebalikan dari dari peredaran hakiki
Adapun gerakan matahari dan bulan menurut peredaran semu dapat diterangkan sebagai berikut:
a. Matahari
Pada tanggal 21 Maret matahari beredar tepat pada equator, sehingga pada tanggal tersebut untuk seluruh tempat di permukaan bumi panjang siang dan malamnya sama. Pada tanggal tersebut matahari berkonstelasi pada di “Titik Aries” atau yang dikenal dengan “Titik Bunga” (Vernal Equinox).
b. Bulan
Bulan juga mempunyai peredaran semu yang terlihat setiap hari lebih lambat dari gerakan matahari, padahal peredaran hakikinya lebih dari pada gerakanbumi sebanyak ± 13o. Dengan demikian apabila pada suatu hari kita melihat bulan barudi ufuk barat dengan rupa semu seperti bulan sabit, maka pada hari berikutnya pada waktu yang sama kita melihat bulan lebih tinggi dengan rupa semu yang bertambah besar.
BAB III
WAKTU DAN TEMPAT
Waktu
Secara umum dapat dibedakan kedalam dua jenis yaitu waktu bintang dan waktu matahari.
1. Waktu Bintang
Waktu bintang pada dasarnya adalah waktu yang dihitung berdasarkan besarnya “sudut waktu” bintang (benda langit yang bersangkutan) pada saat tertentu disuatu tempat pada prdaran bumi
2. Waktu Matahari
Digunakan disemua bidang seluruh kehidupan bumi.waktu matahari terbagi menjadi 3 yaitu;
a. Waktu matahari rata-rata
b. Waktu matahari hakiki
c. Waktu matahari setandar
3. Waktu meridian
Waktu surya khakiki dan waktu pertengahan selalu ditinjau dengan cara membandingkan sudut waktu, yang besarnya dihitung dari merindian setempat. sehubungan dengan itu maka kedua macam waktu itu adalah bersifat setempat (local mean time). apabila kita beranjak ke timur atau kebarat, merindian kit berubah dan waktu yang ditinjukkan oleh jam tentu harus berubah pula
4. Waktu Dan Bujur
Bumi berputar pada porosnya seperti jarum jam dari arah kiblat ke timur, akibatnya bahwa bagi suatu tempat di sebelah timur hari lebih siang dibandingkan tempat di ebelah baratnya, yaitu lebih pagi.
5. Perata waktu
Sehubungan dengan perjalanan waktu hakiki tidak tepat maka terdapatlah perbedaan yang selalu berubah-ubah diantara waktu hakiki dan waktu pertengahan. perbedaan waktu tersebut dinamakan perata waktu yang biasanya ditulis dengan huruf e keci (equator of time) , jadi perata waktu itu adalah selisih diantara sudut waktu matahari hakiki dan matahari pertengahan.
6. Lintang Terang
Dengan adanya pancaran matahari, maka bumiterbagi menjadi dua bagian yaitu, bagian yang terang karena mendapat sinar matahari bagian yang gelap yang tidak dapat menyinari matahari. batas antara kedua bagian itu merupakan sebuah lingkaran yang kita namakan lingkaran terang
Perbedaan lintang pada umumnya mengakibatkan perbedaan masuknya waktu bagi berbagai tempat yang terletak pada meridian yang sama, hanya untuk waktu sholat dhuhur saja yang senantiasa masuk pada waktu sama bagi semua tempat yang terletak pada meridianyang sama.
Tempat
1. Lintang dan bujur tempat.
Data lintang dan bujur tempat dapat diambil dari almanac, atlas dan buku-buku falak lainnya yang terpercaya serta dipergunakan oleh masyarakat luas.
Khatulistiwa adalah 0odan titik kutub bumi adalah 90ojadi nilai lintang tempat berkisar pada 0o-90o disebelah utara khatulistiwa disebut lintang utara (LU) diberi tanda positif (+) berlaku sebaliknya.
Bujur tempat biasanya diberi tanda yunani λ ( lamda ) atau kadang-kadang datulis “L” atau “B”. bejurtempat adalah jarak dari tempat dimaksut ke garis bujur yang melalui kota Greenwich dekat London, artinya diukur dari kota Greenwich ke timur dan krbarat sampai pada selat bering, lauten bering dan Alaska.kota grenwich adalah bujur 0o dan selat bering, lautan bering, Alaska adalah bujur 180o jadi nilai bujur tempat berkisar antara 0o-180o di sebelah timur kota grenwich disebut bujur timur (BT) berlaku sebaliknya.
2. Menentukan lintang dan bujur tempat.
Jika suatu tempat tidak disebutkan lintang dan bujurnya pada almanac, atlas atau peta maka dapat dicari dengan cara mencari pensisipan (interpalasi). interpalasi daapat dilakukan dengan mencari harga sisipan dari dua lintang atau bujur yang telah diketahui nilainya secara berimbang.ada beberapa cara untuk mencari lintang dan bujur bempat yang tidak diketahui yautu;
a. Berpedoman pada lintang dan bujur tempat terdekat.
b. Berpedoman pada jarak suatu tempat
c. Berpedoman pada matahari pada saat berkulminasi.
3. Pemindahan waktu
Apabila kita hendak memindah waktu setempat (LMT) menjadi waktu daerah atau sebaliknya kita dapat melakukannya dengan cara mengetahui selisih bujur diantara meridian waktu daerah dan meridian yang bersangkutan
BAB IV
SEGITIGA BOLA
Istilah-Istilah Genometri Dan Rumus Dasar;
1. Sinus (sin) yaitu hasil bagi sisi depan suatu sudut dengan sisi miringnya.
2. Cosinus (cos) adalah hasil bagi suatu sudut dengan sisi miringnya
3. Tangens (tan) suatu sudut ialah hasil bagi sisi depan sudut tersebut dengan sisi apitnya.
4. Cotangens (cotan) suatu sudut adalah hasil bagi sisi apit sudut tersebut dengan sisi depannya.
5. Harga sudut pada tiap kwadran
6. Rumus dasar
Sin A = a/b cossin = 1/sin A
Cos A = c/b sec A = 1/ cos A
Tan A =a/c cotan A = 1/tan A
Segitiga Bola
Bila tiga buah lingkaran besar pada permukaan sebuah bola saling berpotongan-potongan, terjadilah sebuah segi tiga bola itupun dinamakan A, B dan C untuk mencegah keraguan-keraguan, sisi itu diambil yang kurang dari seper dua lingkaran.
Ilmu ukur segitiga , bola mempersoalkan hubungan-hubungan diantara unsur-unsur dari segi tiga bola . dan hokum terpenting ialah
a. Hukum cosinus
cos a = cos b cos c + sin b sin c cos A
b. Hukum sinus
sina/sin A = sinb/sinB = sinc/sinC
Segitiga bola membahas tentang hal-hal sebagai berikut;
1. Hukum cosinus
2. Hukum sinus
3. Tiga sisi
4. Dua sisi dan sudut antaranya
5. Segi tiga bola langit dan
6. Rumus waktu
BAB V
HISAB AWAL WAKTU SHOLAT
Kedudukan dan Tinggi Matahari Pada Awal Waktu Sholat
1. Ketentuan Sara’ Tentang Awal Waktu Sholat
sebagai mana diterangkan dalam hadits nabi SAW pada bab pendahuluan tentang kedudukan dan posisi matahari pada waktu-waktu sholat maka dapat diperinci sebagi berikut;
a. Waktu zuhur
b. Waktu ashar
c. Waktu maghrib
d. Waktu iaya’ dan
e. Waktu subuh
2. Tinggi Matahari
Tinggi matahari biasanya dibrri tanda”h o “ atau kadang-kadang ditulis ‘h’ saja sebagai singkatan dari ‘high’ yang berarti ketinggian, sedangkan 0 adalah matahari. matahari di ukur dari ufuk.
adapun hal-hal yang dibicarakan dalam matahari adalah sebagai berikut;
a. Tinggi matahari dan awal zuhur
b. Tinggi matahari awal asar
c. Tinggi matahari awal maghrib dan akhir subuh dan
d. Tinggi matahari awal isya’ dan subuh
3. Kedudukan Matahari
Apabila kita perhatikanawal atau akhir waktu sholat ditentukan oleh posisi matahari dilihat dari suatu tempat di bumi karena awal zuhur dimulai sejak matahari tergelincir, awal ashar sejak matagari membuat bayang-bayang sama panjang dengan bendanya, awal magrib sejak matahari terbenam, isya’ sejak hilangnya mega merah, awal subuh sejak terhitnya fajar dan akhir subuh sejak matahari terbit.
Dalam menghisab awal waktu sholat yang perlu kita ketahui selain tentang tinggi matahari adalah sebagai berikut;
a. Deklinasi matahari
b. Saat matahari berkulminasi dan
c. Sudut eaktu matahari
d. Ikhtiyat.
Rumus Hisab Awal Waktu Sholat
Rumus awal waktu sholat membicarakan tiga hal yaitu;
1. Langkah-langkah perhitungan
2. Rumus yang dipergunakan dan
3. Cara memindah log sin
Praktek perhitungan
Praktek perhitngan dapat diselesaikan dengan beberapa cara seperti manual,dengan kalkulator dan juga bias dengan computer dalam memper mudah dan mempercepat proses perhitungan.ada dua hal pembahasan mengenai praktek praktek perhitungan yakni;
1. Contoh perhitungan dengan mengunakan logarima
2. Mencari sudut waktu (t)
BAB VI
PENENTUAN ARAH QIBLAT
Pengertian Arah Qiblat
Menurut ulama’ fiqih dalam kitabul fiqih al maadzahibil arba’ah karangan Abdurrahman aljaziri, halaman 194, menyatakan bahwa arah kiblat adalah arah ka’bah atau wujud ka’bah, maka barang siapa yang berada di dekat ka’bah tidak sah sholatnya kecuali menghadap wujud ka’bah dan orang yang jauh dari ka’bah(tidak melihatnya) maka baginya nerijtihad untuk menghadap kiblat (kearah kiblat saja)
Sebelum menentukan arah kiblat, maka terlebih dahulu cara-cara menentukan tempat di permukaan bumi. cara menentukannya adalah dengan cara sebagai berikut;
1. Dengan dua jarak
2. Dengan sudud dan jark dan
3. Dengan dua sudut
Letak Geograis Ka’bah
Yang dimaksud dengan letak geografis ka’bah disini adalah beberapa derajat jarak ka’bah dari khatulistiwayang disebut lintang,dan beberapa derajat jarak ka’bah dari garis membujur yang melintasi kota Greenwich dekat London yang biasa dikenal dengan istilah bujur. untuk dapat data lintang dan bujur ka’bah secara tepat harus diukur ka’bah itu sediri dengan bantuan peredaran harian benda-benda langit.
Cara Menentukan Arah Kiblat
Jika hendak menentukan arah kiblat, maka dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain;
1. Menggunakan ilmu ukur bola.
2. Dengan berpedoman pada titik utara
Praktek perhitungan arah kiblat dari berbagai rumus;
1. Contoh penggunaan rumus (a)
2. Contoh penggunaan rumus (b)
3. Contoh penggunaan contoh (c)
4. Contoh penggunaan rumus (d) dan
5. Contoh penggunaan contoh (e) dan
6. Contoh penggunaan contoh logaritma
Bayang-Bayang Arah Kiblat
Apabila mataharin berkedudukan di lingkaran vertikal qiblat maka baying-bayang tinggi yang tertancap tegak lurus di permukaan bumi yang rata akan mengarah tepat kearah kiblat
2 komentar:
syukron katsir jiddan...tulisan anda sangat membantu sy,tapi kalo sy menambahkan tolong dilengkapi dengan gambar2 yang mendukung keterangan yang telah anda tulis.mksh
sama2...
maunya spt itu, tpi kbtulan tugas resume dari dosen hanya menginginkan spt nie...
afwan klo mcih bnyak kkurangnnya
Posting Komentar